Pekan Yang Buruk Bagi Dollar

Monexnews -  Dollar ditutup melemah pada hari Jumat, dengan indeks dollar tergelincir 0.14% menjadi 81.66. Sepanjang pekan ini indeks dollar telah anjlok 1.14% dan menjadi penurunan dalam 3 pekan beruntun. Dollar mulai anjlok pada hari Jumat lalu setelah meredanya spekulasi Federal Reserve akan mengurangi stimulus moneter pada bulan September. Chairman Federal Reserve, Ben Bernanke, dalam testimoninya pada pekan lalu menekankan waktu pengurangan stimulus oleh Federal Reserve tidak ditentukan secara pasti, semua tergantung kondisi perekonomian AS, dan terlalu dini untuk mengatakan Federal Reserve akan mengurangi stimulus pada bulan September.
Sepanjang pekan ini data yang ekonomi AS yang dirilis juga tidak terlalu mendukung dollar, data existing home sales untuk bulan Juni yang dirilis pada hari Senin menunjukkan penurunan, disusul dengan data indeks manufaktur di kawasan mid-Atlantic yang dirilis pada hari Selasa juga anjlok, mengakibatkan dollar menderita penurunan 3 sesi beruntun. Dollar akhirnya bangkit pada hari Rabu setelah data manufaktur PMI dan penjualan rumah baru dirilis lebih baik dari perkiraan, serta kenaikan imbal hasil Treasury AS mendorong penguatan dollar. Namun kebangkitan tersebut hanya berlangsung sehari, dollar kembali anjlok setelah data core durable goods order dan klaim pengangguran dirilis lebih buruk dari perkiraan. Data sentiment konsumen yang dirilis naik ke level tertinggi 6 tahun terakhir pada Jumat kemarin tidak banyak membantu penguatan dollar, dan dollar tetap melemah seiiring fokus investor kini beralih pada rapat Federal Reserve serta data ekonomi AS pekan depan. (pap)
Lihat

Sumber Berita: monexnews.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pekan Yang Buruk Bagi Dollar"

Posting Komentar

JIKA ADA PERTANYAAN?SILAHKAN BERKOMENTAR YANG SOPAN DISINI GAN....
NO SARA,NO PROMO!!!!!ANDA SOPAN KAMI PUN SEGAN....