Data AS Angkat Lagi Dollar

Jakarta, Strategydesk – Dollar berhasil melanjutkan kembali penguatannya setelah beberapa data ekonomi AS yang menunjukkan perbaikan dan mendorong yield obligasi.
Serangkaian indikator, mulai dari manufaktur sampai perumahan menegaskan pandangan the Fed bahwa ekonomi AS semakin membaik. Sektor perumahan semakin pulih, pabrikan mendapatan banyak tambahan order, dan keyakinan konsumen Amerika mencapai titik tertinggi dalam 5,5 tahun terakhir. Semua data itu mengindikasikan pertumbuhan ekonomi akan semakin pesat di semester kedua.
Sentimen konsumen versi Conference Board naik ke 81,4 di Juni dari 74,3 di Mei.  Angka terbaru itu merupakan yang tertinggi sejak Januari 2008. Lembaga itu mengatakan konsumen terlihat semakin optimis dengan prospek ekonomi dan lapangan kerja. Sedangkan durable goods orders naik 3,6% selama Mei, di atas prediksi 3,0%. Data lainnya juga mengesankan, dengan penjualan rumah baru naik 2,1% selama Mei, dan indeks harga rumah S&P/Case-Shiller melonjak 12,05% selama April. Indeks manufaktur Richmond naik ke 8 di Juni dari -2 di Mei.
Laporan itu datang beberapa hari setelah the Fed mengatakan bisa mulai mengurangi skala pembelian obligasi tahun ini bila ekonomi terus di jalur pemulihan. Semua data itu mengkonfirmasi pandangan the Fed bahwa ekonomi terus membaik, dan terutama dua minggu terakhir, hampir semua data lebih baik dari prediksi.
Kenaikan yield obligasi AS juga turut mengangkat pamor dollar. Yield tenor 10 tahun naik ke 2,6% dari 2,54%. Indeks dollar menguat 0,3% ke 82,63 di Asia hari ini, berusaha menguji lagi level 83,00. Dollar stabil di 97,74 yen, dengan range masih sama seperti kemarin, antara 96,80 dan 98,40. Potensi bullish bisa terlihat lagi bila dollar bisa ditutup di atas 98,40. Terhadap franc, dollar melanjutkan fase retracement kejatuhan 22 Mei-13 Juni untuk menuju 38,2% di 0,9400.
Euro terkoreksi lagi, jatuh ke kisaran $1,30. Tekanan juga datang dari pernyataan Presiden ECB Mario Draghi bahwa kebijakan akomodatif masih berlaku dan program pembelian obligasi kini semakin diperlukan. Euro kini diperdagangkan di $1,3074, setelah sempat jatuh sampai ke $1,3060, dekat 61,8% retracement penguatan 17 Mei-19 Juni.
Sterling tidak banyak bergerak dan masih dalam range yang sama selama tiga sesi. Posisinya kini di $1,5412, dekat 50% retracement penguatan 29 Mei-17 Juni di $1,5380. Bila jatuh ke bawah itu, sterling berpotensi menuju 61,8% di $1,5288. Sedangkan aussie juga terjebak dalam kisaran yang sama selama empat sesi terakhir. Kejatuhan sudah dalam, namun belum ada faktor yang dapat dijadikan alasan untuk mengangkatnya kembali. Potensi bullish baru terlihat ketika pair ini menembus $0,9400 dan menuju $0,9520, atau Moving Average 25 hari

Rekomendasi
EUR-USD
EUR SIGNAL 26-06-13
USD-JPY
JPY SIGNAL 26-06-13
GBP-USD
GBP SIGNAL 26-06-13
USD-CHF
CHF SIGNAL 26-06-13
AUD-USD
AUD SIGNAL 26-06-13


Sumber Berita: Nanang Wahyudin-strategydesk.co.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Data AS Angkat Lagi Dollar"

Posting Komentar

JIKA ADA PERTANYAAN?SILAHKAN BERKOMENTAR YANG SOPAN DISINI GAN....
NO SARA,NO PROMO!!!!!ANDA SOPAN KAMI PUN SEGAN....